Tugas 2

Kerangka Karangan dengan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Topik : Longsor
Tujuan : Mengetahui Penyebab dan Dampak Longsor
Tema : Longsor di Indonesia

1. Longsor yang terjadi di Indonesia
   1.1. Longsor di Pulau Jawa
      1.1.1. Longsor di Jawa Barat
      1.1.2. Longsor di Jawa Tengah
   1.2. Longsor di luar Pulau Jawa
      1.2.1. Longsor di Riau
      1.2.2. Longsor di Jambi
2. Penyebab Longsor di Indonesia
   2.1. Faktor Alam
      2.1.1. Hujan terus menerus
      2.1.2. Tidak kuatnya penyerap air
   2.2. Kelalaian Manusia
      2.2.1. Penebangan Hutan
      2.2.2. Penambangan Ilegal
      2.2.3. Minim Lahan Penyerap Air
3. Dampak yang timbul akibat Longsor
   3.1. Hancurnya Tempat Tinggal baik itu Manusia maupun Hewan
   3.2. Memutuskan Aliran Perputaran Ekonomi

4. Menanggulangi Dampak Banjir
   4.1. Melakukan Tebang Pilih
   4.2. Meminimalisir Eksploitasi Penambangan Ilegal
   4.3. Membuat Penampung Air

================================================================================
Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
1. Kutipan Langsung
   a. Pendapat Parera (1982:168)
       Rumus gunning ini mudah dipergunakan. Ia menamakannya FOG INDEX. Rumus ini mengatur kesulitan pembaca suatu tulisan. Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan.

   b. Nattiger dalam Carter dan McCharty(1988:63) mengemukakan pula tentang petunjuk konteks yang berfungsi sebagai cara untuk mencari makna kata. Seperti dikatakannya,”Guessing vocabulary from context is the most frequest way we discover the meaning world”.

2. Kutipan Tidak Langsung
   a. Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).

   b. Sebagaimana terjadi di beberapa negara sedang berkembang, di Indonesia juga ditemukan bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi atas nama pemberantasan korupsi (Kompas, 11 Maret 2008).

Instal Windows 7 dari USB Flash Disk

Orang yang baru beli netbook bias jadi bingung ketika ingin instal sistem operasi. Bagaimana lagi? Netbook tidak dilengkapi DVD-ROM. Tapi, jangan khawatir. Ada banyak jalan menuju Roma.

Ada banyak perangkat yang bisa kamu pakai untuk install Windows tanpa perlu DVD-ROM. Contohnya, kamu bisa menggunakan USB flash disk. Contoh lain, pakai DVD-ROM eksternal.

Berdasarkan pengalaman PCplus, instal Windows 7 dari USB flash disk jauh lebih cepat ketimbang instal dengan DVD. Lagipula, risiko kegagalan instalasi dengan USB flash disk lebih kecil ketimbang pakai DVD. Bisa saja, DVD tidak bisa dibaca dengan baik karena sudah tergores atau optik DVD-ROM-nya sudah lemah. Bete kan kalau sudah lama menunggu, eh Windows tidak jadi terinstal?

Di artikel ini, ada dua ilmu yang mau dibagi. Pertama, kita akan membuat USB flash disk dari file ISO—kalau kamu punya. Kedua, kita akan buat dari DVD instalasi Windows 7. Buat cara pertama, kita butuh perangkat bernama Windows7 USB DVD tool yang ada di CD PCplus. Cara kedua cocok dilakukan di komputer yang ada DVD-ROM. Misalnya, kamu pinjam komputer teman kamu untuk membuat USB flash disk instalasi.

Oh iya, syaratnya yang harus dipenuhi untuk bikin USB flash disk instalasi ini gampang, cuma flash disk berukuran 4 GB.

1. Kamu tinggal jalankan Windows7 USB DVD tool. Klik “Browse” kemudian cari file ISO-nya lalu klik “Next”. 


 2. Kemudian pilih media yang akan digunakan. Karena ingin membuat installer dari USB flash disk pilih “USB device”.

 
3. Pilih drive USB flash disk-nya. Biasanya Windows7 USB DVD tool akan secara otomatis mendeteksinya. Klik “Begin copying”.

4. File akan di-copy. tunggu sampai selesai. Ketika sudah selesai, restart computer, masuk BIOS. Di bagian prioritas boot, ganti ke “Removable Storage”.

Jika kamu hanya mempunyai sumber dari CD/DVD kamu bisa menggunakan aplikasi WinToFlash.

1. Sama seperti Windows7 USB DVD tool, WinToFlash tidak perlu diinstal. Setelah download, ekstrak, tinggal klik ganda di file WinToFlash.exe muncullah tampilan WinToFlash.


  2. Klik “Windows setup transfer wizard” sehingga muncul halaman “Welcome”. Klik “Next” saja. Tentukan drive yang berisi DVD instalasi Windows 7 dan drive USB kamu

3. Muncul Windows License Agreement pilih “I Accept” kemudian klik “Continue”. Muncul peringatan kalau USB flash disk akan diformat. Klik “OK”.

4. Proses penyalinan akan berjalan. Tunggu sampai selesai.

 5. Jika sudah selesai kamu coba tancapkan USB Flash Disk pada netbook kamu dan ganti prioritas boot-nya ke Removable Storage.

Panduan Membeli Memory Card Reader/Writer

Benda satu ini sama pentingnya dengan kartu memori. Penting karena membantu kita memindahkan data dari kartu memori ke PC atau sebaliknya. Semua data yang kita miliki hasil foto, file pekerjaan, tugas kampus, bisa dengan mudah beralih tempat karena memory card reader/writer ini.

Jika kita belum memilikinya, coba teliti sebelum membeli. Ada banyak tipe dan merek memory card reader/writer yang tersedia di berbagai tempat. Apa saja yang perlu kita perhatikan?


1. Baca info spesifikasi yang tertera pada kemasan produk

Pada produk tertentu diberikan secara jelas kartu memori apa saja yang bisa dibaca oleh memory card dan hingga kapasitas berapa memory card tersebut mampu membaca data. Bacalah informasi spesifikasi yang tertera pada kemasan produk. Umumnya untuk produk seperti memory card tidak tersedia buku manual, informasi spesifikasi bisa mudah ditemukan pada bagian depan dan belakang kemasan produk.

2. Apakah tersedia slot kartu yang cocok dengan kartu memori yang kita miliki.

Misalnya kartu memori yang kita miliki jenis CF (Compact Flash) maka carilah memory card reader yang menyediakan slot untuk CF. Umumnya pada produk tertera berapa banyak slot kartu yang tersedia untuk bermacam jenis kartu memori.

3. Belilah memory card yang bisa membaca banyak kartu pada satu slot tertentu dan membaca data multi kartu secara bersamaan.

Sudah ada produk memory card yang mampu membaca banyak jenis kartu memori pada satu slot. Misalnya satu slot bisa membaca dua jenis kartu, Micro SDHC, dan Micro-SD (T-Flash). Atau satu slot yang mampu membaca data dari kartu SD, SDHC, Mini-SD, Mini-SDHC, MMC, dan lain-lain. Fitur membaca multi kartu pada saat bersamaan tentu membuat pekerjaan memindahkan data menjadi lebih mudah dan cepat. Ada tiga tipe Memory card reader yaitu single card (1x SD), multi card (misalnya 9 in 1), series card (misalnya 4x SD)

4. Perhatikan kapasitas data maksimal yang bisa dialihkan sesuai informasi yang tertera pada kemasan produk.

Pengalaman saya, ketika saya ingin lakukan pemindahan data menggunakan memory card ternyata tidak bisa karena kapasitas simpan kartu memori SD saya adalah 4 Gb sementara memory card reader/writer yang akan saya gunakan hanya mampu menerima kartu memori SD maksimal sampai 2 Gb.

5. Perhatikan juga koneksi interface

Pada produk yang sudah lebih baru dibandingkan sebelumnya secara umum telah menggunakan interface tipe USB 2.o. Pengalihan data dapat menggunakan kecepatan maksimal jika memory card dan PC/Mac sama-sama telah memiliki koneksi interface sesuai.

Tahukah Anda:

* USB 2.o memiliki kecepatan transfer data hingga 480 Mbps lebih cepat 40x dibandingkan USB 1.1 yang memiliki kecepatan maksimal 12 Mbps.

6. Belilah sesuai kebutuhan

Apakah Anda sudah membutuhkan slot untuk membaca data dari kartu SIM telepon selular? Jika belum butuh, maka slot tersebut tidak harus ada pada memory card yang Anda akan beli. Belilah sesuai kebutuhan, sehingga Anda bisa berhemat. Pada beberapa produk tertentu yang lebih menyasar konsumen yang sadar harga, umumnya bahan dasar produk, kabel konektor USB juga tidak terlampau kuat dan tangguh. Pertimbangkan hal ini sebelum membeli, apakah memory card akan dipakai untuk "heavy duty" dengan pemakaian rutin tiap hari mengalihkan data ribuan foto, ratusan data dengan besaran Gigabyte atau hanya sesekali saja memindahkan foto usai liburan atau lagu mp3 favorit.

Catatan penting:

Perhatikan letak atau posisi ketika memasang kartu memori pada slot kartu. Jika belum masuk biasanya Anda salah meletakkan atau belum tepat benar. Jangan dipaksa masuk karena akan merusak kaki konektor atau bagian konektor pada kartu maupun pada bagian slot kartu di memory card reader. Pada memory card reader umumnya telah diberikan gambar panduan posisi pemasangan kartu memori.

Penggunaan Menu Pada C++


Buatlah kodingan seperti gambar diatas. #include<iostream.h> merupakan header yang melibatkan objek input output seperti cin dan cout. #include<conio.h> merupakan header yang biasanya digunakan bersama fungsi getch() yang berfungsi sebagai penerima input sembarang dari keyboard user. Main() merupakan fungsi dari batang tubuh program utama yang akan dieksekusi. Kata void yang berada didepan kata main merupakan tidak dianggap atau disebut kosong.

Simbol { dan } menunjukkan fungsi begin dan end. Akhir dari setiap baris kodingan diakhiri dengan tanda titik koma (;). Variabel a, b, c, pil, dan angka memiliki tipe data integer. Clrscr() berfungsi untuk setiap program yang dijalankan meninggalkan hasil dari program tersebut akan dihapus seperti awal. Cout merupakan data yang akan dikeluarkan adalah ‘===PILIHAN===’ karena kalimat tersebut diantara tanda kutip sehingga dikeluarkan sesuai dengan apa yang dimasukkan pada kodingan. \n berfungsi untuk memberi baris baru pada outputan yang lainnya. Hal ini akan sama dari kodingan cout<<”[1] Ganjil Genap\n”; sampai cout<<”[3] Keluar\n”; dan cout<<”Masukkan Pilihan: “;. Pada kodingan cout<<”\n”; berfungsi untuk memberi jarak satu baris dari hasil outputan sebelumnya. Cin merupakan data yang dimasukkan, dalam hal ini data yang dimasukkan ditampung oleh variabel pil.

Dalam membuat menu, dapat digunakan fungsi dari Case. Pada fungsi case harus diawali dengan switch(var). Pada kodingan ini variabel yang digunakan adalah pil. Masuk ke case 1 dimana memuat kodingan untuk menentukan ganjil atau genap suatu angka. Cetak kalimat ’Masukkan Angka: ‘, masukkan value untuk variabel angka. Jika value dari variabel angka sama dengan nol maka cetak kalimat ‘Nilai Kosong’. Jika hasil sisa bagi value dengan 2 sama dengan nol maka cetak kalimat ‘Nilai Genap’. Jika value tidak ada yang memenuhi syarat kondisi maka cetak kalimat ‘Nilai Ganjil \n’. Case 1 di akhiri dengan break. Break disini diartikan sebagai akhir dari fungsi case yang pertama dan program akan keluar.

Pada Case 2 memuat fungsi Looping. Cetak kalimat ’Masukkan Angka: ‘, masukkan value untuk variabel a.Value c adalah 1 dan masuk ke fungsi looping. Untuk nilai b sama dengan 1, jika b kurang dari sama dengan a ditambah 1 maka nilai b bertambah 1. Setelah itu cetak nilai c dan ‘(spasi)’. Nilai c yang baru sama dengan nilai c yang lama ditambah b. hasil dari loopingan akan membentuk pola beda pada setiap hasil ke-n adalah bilangan asli.

Pada Case 3 memuat break saja karena pada pilihan menu merupakan keluar dari program. Yang terakhir adalah default. Default disini berfungsi jika memasukkan pilihan selain dari 3 pilihan yang tersedia maka akan keluar kalimat ‘Tidak Ada yang Dipilih’. Hasil dari kodingan yang telah dibuat adalah sebagai berikut.







Jenis Tipe Data pada Delphi

     Didalam program Delphi terdapat macam - macam tipe data yang sangat penting untuk diketahui. Tipe data harus diketahui agar pengguna tidak dapat mengalami permasalahan dalam pengkodingan. Tipe data yang ada didalam Delphi adalah sebagai berikut.

  1. Tipe Integer
    Adalah tipe data yang menyatakan bilangan/angka.
    Macam-macam tipe data integer: 
    Tipe DataJangkauan NilaiFormat
    Shortint-128 s/d 1278bit, signed
    Smallint-32768 s/d 3276716bit, signed
    Longint-2147483648 s/d 214748364732bit, signed
    Int64-2^63 s/d 2^63 -164bit, signed
    Bytes/d 2558bit, unsigned
    Words/d 6553516bit, unsigned
    LongWords/d 429496729532bit, unsigned
    note:
    • signed maksudnya bilangan bertanda, artinya mengenal bilangan negatif dan positif
    • unsigned maksudnya bilangan tak bertanda, dimulai dari 0 (nol) dan tidak mengenal bilangan negatif dan positif
  2. Tipe Real
    Adalah tipe data yang menyatakan himpunan bilangan/angka. Tipe Real juga disebut tipe float.
    Macam-macam tipe data real: 
    Tipe DataJangkauan NilaiSignificant digitUkuran
    Real482.9×10^-39 s/d 1.7×10^3811-126 Byte
    Single1.5×10^-45 s/d 3.4×10^387-84 Byte
    Double5.0×10^-324 s/d 1.7×10^30815-168 Byte
    Extended3.6×10^-4951 s/d 1.1×10^493219-2010 Byte
    Comp-2^63+1 s/d 2^63-119-208 Byte
    Currency-922337203685477.5808 s/d
    922337203685477.5807
    19-208 Byte
  3. Tipe Boolean
    Adalah tipe data yang menyatakan nilai benar atau salah (True atau False).
    Macam-macam tipe data Boolean: 
    Tipe DataNilaiUkuran Memori
    BooleanTrue or False1 Byte
    ByteBoolTrue or False1 Byte
    WordBoolTrue or False2 Byte
    LongBoolTrue or False4 Byte
  4. Tipe Character
    Adalah tipe data untuk menyatakan sebuah huruf/karakter. Tipe character fundamental adalah AnsiChar dan WideChar. AnsiChar berukuran satu byte dan WideChar berukuran lebih dari satu byte. Tipe character generic adalah Char, yang ekuivalen dengan AnsiChar.
    Karakter bisa juga ditunjukkan pada konstanta string dengan panjang 1, misalnya ‘A’. Fungsi Chr menghasilkan nilai karakter bagi setiap range integer AnsiChar. Contoh fungsi Chr(65) menghasilkan huruf A.
  5. Tipe String
    Adalah tipe data yang menyatakan rangkaian beberapa karakter.
    Macam-macam tipe string : 
    Tipe DataPanjang TeksUkuran MemoriPemakaian
    ShortString255 karakter2 s/d 256 Bytecompatible
    AnsiString~2^31 karakter4 Byte s/d 2GB8bit ansi character
    WideString~2^30 karakter4 Byte s/d 2GBUnicode character
  6. Tipe Pointer
    Adalah sebuah variabel yang menunjukkan sebuah alamat memori. Pointer dipakai untuk mengindikasi jenis data yang disimpan pada alamat yang dikandungnya. Pointer menempati 4 byte memori.
  7. Tipe Variant
    Adalah tipe data yang menyatakan nilai yang bisa berubah saat runtime program. Variant dapat berisi semua tipe data. Variant menawarkan kompatibilitas yang tinggi namun membutuhkan memori yang besar.

Tugas 1

1. Jelaskan dengan Contoh “Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar !“

Jawab:
     Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terdiri dari kata baik dan benar yang ke dua-nya memiliki arti.

     Bahasa Yang Baik
          Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan. Hal ini harus disesuaikan dengan unsur umur, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita. Dengan kata lain, bahasa yang kita gunakan sesuai dengan lawan bicara, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman ketika berkomunikasi.

     Bahasa yang Benar
          Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan). Bahasa yang benar mengacu pada kaidah penulisan dan pengucapan Bahasa Indonesia seperti yang tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia, dan terdapat pula di EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).

     Dari 2 hal diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang tidak menyinggung lawan bicara, dan tiap katanya adalah bagian dari kata-kata dalam kamus besar bahasa Indonesia.


Contoh:
     a. Di kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata atau objek bermakna ganda, seperti minuman keras.
     - Dalam dunia kepolisian minuman keras bisa berarti minuman yang mengandung alkohol.
namun dalam ilmu kimia. minuman keras bisa berarti pula, minuman yang mencapai titik beku dibawah 0 derajat celsius sehingga wujudnya minuman tersebut membeku.

     b. Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.

2. Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi di dunia pendidikan !

Jawab:
     Dalam dunia pendidikan di Indonesia, Bahasa Indonesia menjadi salah satu materi yang wajib diajarkan mulai dari tingkat paling rendah hingga tingkat perguruan tinggi. Hal itu terjadi karena Bahasa Indonesia merupakan alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

     Diluar sana, banyak buku-buku yang menjadi sumber pengetahuan menggunakan bahasa Indonesia. Di sisi lain, sebagai syarat kelulusan mahasiswa perguruan tinggi juga harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk membuat suatu perkembangan ilmu pengetahuan dengan sebuah ide yang menggunakan bahasa Indonesia kemudian dipaparkan dalam bentuk tulisan ilmiah.

Perulangan For, While, Do pada Visual Basic

Pada kesempatan kali ini, kita akan mereview Kuliah Algoritma Pemrograman Visual Basic tentang Perulang For, While dan Do pada Visual Basic.

Perulangan Visual Basic adalah sebuah pernyataan yang dapat menganalisa suatu keadaan dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kondisi yang diseleksi, hasil seleksi hanya bernilai Benar (True) atau Salah (False) pada Visual Basic.

A.Do While … Loop
Kata while dalam pernyataan Do While merintahkan program untuk melakukan perulangan apabila kondisi persyaratan masih bernilai True. Apabila kondisi persyaratan bernilai False maka program akan keluar dari perulangan dan berpindah ke kode program berikutnya.

B.Do Until … Loop
Perulangan Do Until adalah perulangan akan terus berjalan apabila kondisi bernilai salah dan akan brhenti jika kondisi bernilai True.

C.While … Wend
Perulangan While … Wend digunakan apabila kita ingin pernyataan pada program dijalankan selama kondisi ekspresi yang di tetapkan masih bernilai True
D. For … Next
Perulangan For … Next digunakan untuk melakukan perulangan dengan jumlah tertentu yang kita kehendaki. Kita harus mendeklarasikan sebuah variabel yang akan digunakan sebagai indeks untuk perulangan.
Contoh Kondisi Visual Basic
A.Do While ... Loop
Print
I = 10
Do While I > 0
Print "DO  WHILE  KE :  "; I
I = I - 1
If I = 6 Then
Exit Do
End If
Loop

B.Do Until ... Loop
Print
I = 1
Do Until I > 10
Print "       DO UNTIL  KE : "; I
I = I + 1
If I = 6 Then
Exit Do
End If
Loop

C.While ... Wend
Print
I = 1
While I <= 10
Print "WHILE  WEND KE : "; I
I = I + 2
Wend

      D. For ... Next
      x = Val(Text1)
      For i = 1 To x
      For j = 1 To i
      Print j;
      Next j
      Print
      Next i

Copyright © Personal Blog | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com